Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

OTOMOTIFNET – Dari pabrik pembuatnya alias PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Scorpio emang udah dirancang pakai rem cakram (depan) dan teromol (belakang). Kemampuannya diakui cukup andal. Tapi begitunya, masih aja ada yang nganggap kurang.

Paulus Sugih Firmanto, GM Promotion and Motorsport YMKI mengatakan alasan utama motor YMKI tidak mengaplikasi cakram belakang adalah ” Kalau dipaksa pakai disk brake belakang harganya bisa bertambah Rp 700 ribu sampai 1 jutaan,” prediksi Paulus.

Sebut saja Yanto, warga Meruya, Kebon Jeruk, Jakbar. Pengguna ‘Kalajengking’ keluaran 2004 ini, kesengsem aplikasi cakram belakang di besutannya. “Bawaan pabrik sih sudah pakem dan enggak banyak masalah. Tapi saya pengin lebih maksimal lagi, terutama saat melakukan pengereman mendadak,” kisah pria yang biasa ngacir di atas 100 km/jam ini. Wah.. hati-hati, ah!

Makanya, ia pun memboyong besutannya ke Bengkel Ario Motor (BAM) yang tak jauh dari tempat kerjanya. Setelah mengutarakan keinginannya pada Trisno, penggawang BAM, tak lama kemudian langsung digarapnya.

Mau tahu cara pasang peranti aftermarket yang dibanderol Rp 650 ribu (komplet plus pasang) oleh pemilik bengkel di Jl. Raya Srengseng No.35, Jakbar ini? Yuk lanjut.

Pertama, lepas roda belakang beserta rumah kampas remnya. Lalu melubangi teromol roda sisi kiri pakai bor sebanyak 4 titik sampai tembus. “Sebelumnya diukur dan menyesuikan damper dudukan cakramnya dulu,” ujar Trisno yang sanggup ngegarap proyek ini dalam waktu sehari.

Kemudian pasang damper dudukan cakram dengan 4 baut pengikat 12 mm dengan panjang sekitar 2 cm dan dilanjutkan memasang cakram pada damper dengan 4 baut pengikat L-12 (gbr.1).

Lalu agar kaliper tidak goyang ke mana-mana, dibikinkan dudukan penahan braket kaliper dengan potongan pipa kecil yang dilas pada swing arm kanan bagian dalam (gbr.2).

Habis itu bikin braket pengikat master rem yang dipasang di antara rangka sebelah kanan dengan dudukan footpeg kanan dan diikat pakai baut L-15 (gbr.3). Dilanjutkan memasang master rem pada braket yang sudah terpasang tadi, diikat pakai 2 baut dan dikencangkan pakai kunci T-8.

Terus membuat dudukan penonjok master rem pada tuas rem belakang. Caranya dengan menambah pelat setebal 5 mm (custom) yang dilas pada bagian tengah tuas rem dekat per (gbr.4). “Biar roda beserta braket kaliper mudah dipasang, ditambah 2 ring as roda. Masing-masing setebal 3 mm,” tambah bapak 2 anak ini.

Langkah akhir yakni tinggal memasang roda belakang yang sudah terpasang cakram, braket kaliper dan kalipernya serta jangan lupa dites jalan.

Penulis/Foto: Banar
Sumber otomotifnet.com

Saran saya, aplikasikan product yang berkualitas dan juga jangan lupa sesuaikan ukuran dan jenisnya yg ideal. Artinya jangan memaksakan kondisi standardnya dari yang ada sampai melebihi batas toleransi yang ada.
Mohon maaf untuk branded saya tidak bisa sebutkan disini, untuk ukuran yang ideal untuk Honda MegaPro bisa aplikasi ukuran velg seperti berikut ini, untuk velg belakang ukuran 2,5 inci dan depan 1,5 inci. Sedang ukuran ban depan adalah 100.70.17 dan ban belakang 130.70.17.
Masalah cakram belakangnya saran saya bisa aplikasi original bawaan motor yang sudah memakai disc belakang. Contohnya, Honda Tiger Revo atau punya product satu spesies yang aplikasinya bisa saling pakai, ingat urusan disc belakang sangat riskan .
Jangan tertipu sama harga variasi yngg mungkin akan membahayakan diri sendiri. Terakhir saran saya tetap safety riding dan Viva modifikasi.

AWAS..!! DISC BRAKE BELAKANG LEBAR UNDANG BAHAYA!

Rem adalah salah satu piranti keamanan motor yang fungsinya adalah untuk mengurangi kecepatan atau untuk menghentikan putaran roda. Bisa disimpulkan bahwa keberadaannya sangat penting untuk menjaga keamanan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Yang menjadi satu fenomena kini, dengan banyak beredarnya ragam part variasi rem khususnya cakram yang banyak menawarkan ragam produk piringan cakram dengan berbagai model serta diameter, banyak diantara kita yang kini salah kaprah mengartikan aplikasi serta kegunaannya.

Sebagai salah satu contoh adalah aplikasi rem belakang cakram. Memang saat ini sudah jadi satu pakem paten jika motor modifikasi harus juga mengusung trend cakram belakang. Namun hal ini terkadang malah jadi satu boomerang jika kita memasang piringan cakram tanpa mengerti terlebih dahulu teori serta dasar-dasar aplikasinya.

“Sejatinya, untuk aplikasi ssitim cakram belakang didesain khusus agar tingkat kepakemannya tidak terlalu tinggi” bilang Lugieto, mekanik Champion Motor Malang, modifikator Loegieto Modified yang juga spesialis modifikator cakram. Doi lantas meneruskan ilmu dasar teori pengeremannya lanjut.

Bayangkan jika rem belakang disetting sangat pakem, tentunya nggak menutup kemungkinan jika motor riskan kehilangan traksi atau melintir karena ban belakang akan mengunci dengan sontak disebabkan rem belakang yang terlalu pakem, so berbahaya sekali bukan.

“Jadi, seharusnya rem depan justru harus lebih pakem dibanding rem belakang karena kalo secara logika, saat harus dilakukan pengereman, beban keseluruhan pada motor otomatis akan berpindah ke depan sehingga rem depan akan bekerja lebih berat. Makanya sebagian besar motor keluaran pabrik kini memprioritaskan aplikasi rem cakram di bagian depan, bukan belakang” papar Loegieto.

Nah jika memang kini sudah banyak produk motor anyar yang mengusung piranti cakram belakang, pastinya oleh pihak pabrik sudah diperhitungkan dengan matang baik kemampuan pengeremannya maupun konstruksinya. “Bisa dilihat semua kalo diameter cakram belakangnya selalu lebih kecil dibanding cakram depan” timpalnya.

Nah kesalahan yang terjadi, kini abnyak tuh motor modifikasi yang diaplikasi buat harian malah ditancapi piringan cakram belakang super lebar. Wuihh..nggak kebayang deh bahaya di balik penampakan gagahnya.

“Bahaya sewaktu-waktu siap menjemput ketika pengendara motor berada dalam keadaan darurat atau tegang reaksi otot bekerja lebih cepat dan keras sehingga pengendara cenderung menginjak rem belakang lebih keras, ujung-ujungnya pengereman ini membuat roda belakang terkunci dan akhirnya motor akan selip” tegas Loegieto.

Pada kasus di atas, bisa kita simpulkan bahwa perbandingan panjang daerah bidang pengereman (besarnya keliling lingkar) antara piringan cakram kecil dan piringan cakram besar tentunya jauh lebih besar kala kita menggunakan piringan cakram lebar alias berdiameter lebar.

“Bisa dites kok, dua motor dengan diameter cakram beda, direm dalam waktu bersamaan dan tenaga yang sama pula. Akan terlihat jika piringan cakram lebar akan cepat menghentikan putaran roda disbanding piringan cakram kecil” simpul Loegieto. .:tito

About these ads

3 Balasan ke Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

  1. Alusia May mengatakan:

    kok gak mudeng ya…hehehe

  2. fifion mengatakan:

    gak ada gbrnya

  3. stenly mengatakan:

    boleh minta no tlpnya.. gw mau masang disc brake belakang buat scorpio z 2005.. trimakasih gan..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: