Seputar Rantai Yamaha Scorpio

21 September 2010

Rantai (CHAIN) OEM Yamaha Scorpio yang memiliki kode spare part 94581-90118 memang dikenal handal. Dengan mengusung tipe 428V panjang 118 mata diproduksi tanpa menggunakan sambungan. Untaian kokoh tanpa sambungan telah membuat rantai ini sangat kuat dan nyaris jarang ada yang putus saat berputar. Memang rantai ini diperuntukan untuk tipe Sport diatas 250cc. Keunggulan lainnya yaitu terletak pada konstruksinya yang telah mengadopsi o-ring di setiap mata rantainya. O-ring ini mampu meredam gesekan yang terjadi saat rantai berputar cepat. Sehingga noise yang ditimbulkan akibat gesekan tersebut hampir nyaris tidak terdengar gemericiknya. Disisi lain, o-ring ini ternyata mampu menahan pelumas rantai agar tidak mudah lepas saat rantai berputar. Bila dilakukan perawatan secara berkala dengan baik, rantai ini mampu berumur panjang. Tak jarang motor Scorpio keluaran lawas pun masih banyak menggunakan rantai bawaannya.
Ori
Dibalik sederet keunggulan yang disuguhkan, memang tidak salah bila harga rantai ini cukup mahal. Berdasarkan Price List resmi yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan Yamaha per 1 Feb 2010, Rantai ini memiliki harga eceran resmi yaitu Rp. 670,000. Dhasyattt…….bandingkan dengan produk-produk rantai lainnya yang masih bermain dikisaran Rp.350,000 ke bawah.

Bagi rekan-rekan bikers penunggang sang Kalajengking, berikut informasi yang bisa menjadi alternatif ataupun menjadi substitusi part pengganti rantai original. Dipastikan cukup berguna disaat kantong sedang tidak bersahabat……….. Namun jangan asal pilih Bro, karena rantai memiliki SPESIFIKASI STANDAR untuk tiap-tiap motor. Japan Chain Association Standard (JCAS) salah satu yang membuat spesifikasi standar untuk tiap rantai yang disesuaikan dengan kebutuhan motor.

a, ALTERNATIF 1: Beli Rantai Meteran……..
Bagi bikers yang senang berburu harta karun “perkakas bengkel dkk-nya” keberadaan LINDETEVES TRADE CENTER Glodok sudah tidak asing lagi deh…….silakan berburu disitu. Banyak penjual Rantai Meteran sesuai kebutuhan. Dihitung per jumlah mata rantai yang diperlukan. Harga per-mata rantai kualitas bagus cukup bervariasi mulai dari Rp.2000-an. Tanyakan ke pedege-nya yang punya speksifikasi terbagus. Umumnya berkode SB (= Solid Bush), H (= Heavy Duty), atau HO (= Heavy Duty and O-ring). Yang perlu di-INGAT……. Rantai Scorpio berukuran 428 – 118 mata. Sebut saja per mata Rp.2000 x 118 mata = Rp.236,000………Jauh lebih murah kan? hanya 35%nya harga rantai original.
TK meteran
Selain di LINDETEVES, Bro and Bri bisa sambangi juga TOKO POLARIS (Ph.021-6251404) Kebon Jeruk III Kota. Mereka menjual Rantai meteran bermerk TK JAPAN. Rantai ini ada 2 tipe yang 428H dan 428HO, mantebnya ada beberapa warna bisa pilih GOLD atau SILVER. Harga Rantai TK 428HO dijual permata sekitar Rp.2500.

b ALTERNATIF 2: Substitusi Motor Lain
Selain merujuk rantai meteran, bro and bri juga bisa melirik rantai motor lain. Namun memang tidak ada rantai substitusi yang memiliki panjang yang sama dengan Scorpio. Jadi solusinya, potong bila rantai yang dibeli kepanjangan beberapa mata.Berikut rantai substitusi motor lain yang bisa dipilih:

* Kawasaki Ninja 428H-122
* Kawasaki Eliminator 428H-128
* Honda CBR 150 428H-126
* Bajaj Pulsar 180 428H-124
* Kymco Spike 428H-120
* Suzuki satria FU 428H-122
* Suzuki RGR 428H-124
* Suzuki Satria 120R 428-128

Nah, tinggal dipilih deh usahakan menggunakan hak piliknya pada tipe 428H. Sebagai informasi 1 contoh saja, rantai Kawasaki Eliminator dihargai Rp.170,000……….murah kan?? Kualitas ?? Pasti OKE PUNYA lah namanya juga rekomendasi pabrikan. Tinggal potong sesuai kebutuhan Scorpio yang hanya 118 mata. Beres deh……….

Info ini penting juga loh, buat Bro n Bri yang mau modif Scorpio pake gir besar Uk diatas 46 karena pasti butuh rantai lebih panjang atau yang mau modif si Kalajengking pakai swing arm limbah yang rata-rata lebih panjang dari punya Yamaha Scorpio.

c. ALTERNATIF 3: Rantai Variasi Berkualitas
Sekarang sudah cukup banyak rantai versi Variasi/aftermarket yang berkualitas tinggi. Sebut saja rantai Daytona, rantai SINNOB dan masih banyak lagi. Umumnya sudah dijual dalam panjang yang memang diperuntukan untuk Yamaha Scorpio. Jadi tidak perlu repot untuk potong-potong. Enaknya lagi, umumnya dijual dalam 1 paket beserta sprocketnya…….mantebkan.
KTC
Contoh produk unggulan Daytona, Kode AO395 Gold Chain & Steel Sprocket Set Rp.250,000 atau AO409 Gold & Alumunium Sprocket Set Rp.450,000 (per April 2010). Atau Rantai SINNOB dijual dalam 1 paket termasuk Sprocket depan dan belakang, untuk Yamaha Scorpio ada 2 jenis Sinnob Premium Rp.650,000 dan Sinnob Comfort Rp.550,000
DID Chain
SARAN:

* Lakukan perawatan rantai berkala. Sebagus apapun rantai motor kalo tidak dirawat cepat rusak bro. Ujung2nya nyusahin kalo putus rantai saat dijalan/turing, mendingan putus cinta ….uhahahahahaaha. Gunakan Chain Lube/Wax, mau yang murmer beli tuh OLI GARDAN SAE 90 Rp.10,000 bisa dapat 1/2 liter apalagi kalo bisa rayu si LAE.
* Bawa Sambungan Rantai cadangan. Selalu simpan 1 or 2 sambungan rantai baru dibawah jok. Bila putus di tengah jalan minimal hati tenang karena sambungan rantai ready……..(pengalaman pribadi neh…hihihihi)
* Sekalian ganti Sprocket depan dan belakang. Disarankan ketika ganti rantai ganti juga sprocket (Gir) nya bro n bri…
sambung
Info ini hanya sekedar memberikan solusi kepada rekan-rekan bikers yang sedang cari alternatif dikala cekak atau dicekik ibu negara dirumah hehehehe……… Namun rantai OEM Scorpio masih diatas angin lah alias ajibbbbbbbb

Note: Photo disadur dari hasil copy paste beberapa link…..
sumber dari website ini


Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

20 September 2010

Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

OTOMOTIFNET – Dari pabrik pembuatnya alias PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Scorpio emang udah dirancang pakai rem cakram (depan) dan teromol (belakang). Kemampuannya diakui cukup andal. Tapi begitunya, masih aja ada yang nganggap kurang.

Paulus Sugih Firmanto, GM Promotion and Motorsport YMKI mengatakan alasan utama motor YMKI tidak mengaplikasi cakram belakang adalah ” Kalau dipaksa pakai disk brake belakang harganya bisa bertambah Rp 700 ribu sampai 1 jutaan,” prediksi Paulus.

Sebut saja Yanto, warga Meruya, Kebon Jeruk, Jakbar. Pengguna ‘Kalajengking’ keluaran 2004 ini, kesengsem aplikasi cakram belakang di besutannya. “Bawaan pabrik sih sudah pakem dan enggak banyak masalah. Tapi saya pengin lebih maksimal lagi, terutama saat melakukan pengereman mendadak,” kisah pria yang biasa ngacir di atas 100 km/jam ini. Wah.. hati-hati, ah!

Makanya, ia pun memboyong besutannya ke Bengkel Ario Motor (BAM) yang tak jauh dari tempat kerjanya. Setelah mengutarakan keinginannya pada Trisno, penggawang BAM, tak lama kemudian langsung digarapnya.

Mau tahu cara pasang peranti aftermarket yang dibanderol Rp 650 ribu (komplet plus pasang) oleh pemilik bengkel di Jl. Raya Srengseng No.35, Jakbar ini? Yuk lanjut.

Pertama, lepas roda belakang beserta rumah kampas remnya. Lalu melubangi teromol roda sisi kiri pakai bor sebanyak 4 titik sampai tembus. “Sebelumnya diukur dan menyesuikan damper dudukan cakramnya dulu,” ujar Trisno yang sanggup ngegarap proyek ini dalam waktu sehari.

Kemudian pasang damper dudukan cakram dengan 4 baut pengikat 12 mm dengan panjang sekitar 2 cm dan dilanjutkan memasang cakram pada damper dengan 4 baut pengikat L-12 (gbr.1).

Lalu agar kaliper tidak goyang ke mana-mana, dibikinkan dudukan penahan braket kaliper dengan potongan pipa kecil yang dilas pada swing arm kanan bagian dalam (gbr.2).

Habis itu bikin braket pengikat master rem yang dipasang di antara rangka sebelah kanan dengan dudukan footpeg kanan dan diikat pakai baut L-15 (gbr.3). Dilanjutkan memasang master rem pada braket yang sudah terpasang tadi, diikat pakai 2 baut dan dikencangkan pakai kunci T-8.

Terus membuat dudukan penonjok master rem pada tuas rem belakang. Caranya dengan menambah pelat setebal 5 mm (custom) yang dilas pada bagian tengah tuas rem dekat per (gbr.4). “Biar roda beserta braket kaliper mudah dipasang, ditambah 2 ring as roda. Masing-masing setebal 3 mm,” tambah bapak 2 anak ini.

Langkah akhir yakni tinggal memasang roda belakang yang sudah terpasang cakram, braket kaliper dan kalipernya serta jangan lupa dites jalan.

Penulis/Foto: Banar
Sumber otomotifnet.com

Saran saya, aplikasikan product yang berkualitas dan juga jangan lupa sesuaikan ukuran dan jenisnya yg ideal. Artinya jangan memaksakan kondisi standardnya dari yang ada sampai melebihi batas toleransi yang ada.
Mohon maaf untuk branded saya tidak bisa sebutkan disini, untuk ukuran yang ideal untuk Honda MegaPro bisa aplikasi ukuran velg seperti berikut ini, untuk velg belakang ukuran 2,5 inci dan depan 1,5 inci. Sedang ukuran ban depan adalah 100.70.17 dan ban belakang 130.70.17.
Masalah cakram belakangnya saran saya bisa aplikasi original bawaan motor yang sudah memakai disc belakang. Contohnya, Honda Tiger Revo atau punya product satu spesies yang aplikasinya bisa saling pakai, ingat urusan disc belakang sangat riskan .
Jangan tertipu sama harga variasi yngg mungkin akan membahayakan diri sendiri. Terakhir saran saya tetap safety riding dan Viva modifikasi.

AWAS..!! DISC BRAKE BELAKANG LEBAR UNDANG BAHAYA!

Rem adalah salah satu piranti keamanan motor yang fungsinya adalah untuk mengurangi kecepatan atau untuk menghentikan putaran roda. Bisa disimpulkan bahwa keberadaannya sangat penting untuk menjaga keamanan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Yang menjadi satu fenomena kini, dengan banyak beredarnya ragam part variasi rem khususnya cakram yang banyak menawarkan ragam produk piringan cakram dengan berbagai model serta diameter, banyak diantara kita yang kini salah kaprah mengartikan aplikasi serta kegunaannya.

Sebagai salah satu contoh adalah aplikasi rem belakang cakram. Memang saat ini sudah jadi satu pakem paten jika motor modifikasi harus juga mengusung trend cakram belakang. Namun hal ini terkadang malah jadi satu boomerang jika kita memasang piringan cakram tanpa mengerti terlebih dahulu teori serta dasar-dasar aplikasinya.

“Sejatinya, untuk aplikasi ssitim cakram belakang didesain khusus agar tingkat kepakemannya tidak terlalu tinggi” bilang Lugieto, mekanik Champion Motor Malang, modifikator Loegieto Modified yang juga spesialis modifikator cakram. Doi lantas meneruskan ilmu dasar teori pengeremannya lanjut.

Bayangkan jika rem belakang disetting sangat pakem, tentunya nggak menutup kemungkinan jika motor riskan kehilangan traksi atau melintir karena ban belakang akan mengunci dengan sontak disebabkan rem belakang yang terlalu pakem, so berbahaya sekali bukan.

“Jadi, seharusnya rem depan justru harus lebih pakem dibanding rem belakang karena kalo secara logika, saat harus dilakukan pengereman, beban keseluruhan pada motor otomatis akan berpindah ke depan sehingga rem depan akan bekerja lebih berat. Makanya sebagian besar motor keluaran pabrik kini memprioritaskan aplikasi rem cakram di bagian depan, bukan belakang” papar Loegieto.

Nah jika memang kini sudah banyak produk motor anyar yang mengusung piranti cakram belakang, pastinya oleh pihak pabrik sudah diperhitungkan dengan matang baik kemampuan pengeremannya maupun konstruksinya. “Bisa dilihat semua kalo diameter cakram belakangnya selalu lebih kecil dibanding cakram depan” timpalnya.

Nah kesalahan yang terjadi, kini abnyak tuh motor modifikasi yang diaplikasi buat harian malah ditancapi piringan cakram belakang super lebar. Wuihh..nggak kebayang deh bahaya di balik penampakan gagahnya.

“Bahaya sewaktu-waktu siap menjemput ketika pengendara motor berada dalam keadaan darurat atau tegang reaksi otot bekerja lebih cepat dan keras sehingga pengendara cenderung menginjak rem belakang lebih keras, ujung-ujungnya pengereman ini membuat roda belakang terkunci dan akhirnya motor akan selip” tegas Loegieto.

Pada kasus di atas, bisa kita simpulkan bahwa perbandingan panjang daerah bidang pengereman (besarnya keliling lingkar) antara piringan cakram kecil dan piringan cakram besar tentunya jauh lebih besar kala kita menggunakan piringan cakram lebar alias berdiameter lebar.

“Bisa dites kok, dua motor dengan diameter cakram beda, direm dalam waktu bersamaan dan tenaga yang sama pula. Akan terlihat jika piringan cakram lebar akan cepat menghentikan putaran roda disbanding piringan cakram kecil” simpul Loegieto. .:tito


[FYI] Infop harga Ban

20 September 2010

Kondisi yang belum menentu sepertinya akan jadi bertambah simpang-siur soal kemungkinan naik harga ban. Terlebih pedagang sudah mengendus kabar lebih dulu kalau ada kabar kenaikan harga. Diperkirakan kenaikan lebih dari 3%. Gaswat!

“Awalnya dikabarkan ban naik Juni. Tapi, kayaknya mundur. Kenaikan cuma untuk ban buatan dalam negeri. Harga ban impor tetap,” beber Teddy, Marketing Director CV. Kurnia Lestari, salah satu distributor beberapa merek ban untuk Jakarta dan sekitarnya.

BT 45

Kabar kenaikan ban juga disambut ragu sama produsen. Ada yang menganggap kenaikan bisa aja terjadi, tapi bergantung pada produsennya. “Februari lalu sudah naik sekitar 2%-3%. Kalau sekarang naik lagi, kita masih pertimbangkan,” ujar Daniel, Area Sales Supervisor, PT Banteng Pratama Rubber (BPR), produsen Mizzle.

Memang, awal Januari 2010 produsen ban terpaksa menaikkan harga. Ada dua alasan kuat kenapa banderol ban kudu dikatrol. Pertama, sejak 2008 dengan kondisi ekonomi dunia meningkat harga ban produsen di Indonesia dipaksa enggak naik. Pastinya supaya permintaan enggak me lonjak turun. Artinya, produsen ban Tanah Air sudah menahan diri hampir dua tahun enggak menaikkan harga.

Faktor kedua yang bikin naik melonjaknya harga karet alam sejak Januari 2010. Per April 2010 harga karet di Bursa Komoditas Tokyo 342,4 Yen per kg yang artinya naik 54,4 Yen per kg.

“Hitungan secara menyeluruh karet naik 10%, tapi kenaikan harga ban belum tentu 10%. Mungkin bisa 3%-5%, tapi belum pasti ya karena belum ada keputusan,” jelas Riza, Sales-1 Sub Dept Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Pastinya produsen kulit bundar yang bergabung di Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) masih menghitung angka kenaikan yang bisa diterima konsumen. “Itu masih perdebatan. Belum tahu berapa naiknya. Pokoknya harga resmi kenaikan di pasar Agustus nanti,” timpal Harjono perwakilan dari APBI, Jakarta.

Kalau pun ada kenaikan, yang dikhawatirkan adalah produsen lokal. Pasalnya, kondisi permintaan barang dan jasa di Indonesia belum kelihatan menggembirakan. “Tahun ini tidak sebagus tahun lalu. Saya khawatir kalau ada kenaikan harga di tahun ini bisa bikin bertambah buruk pada permintaan ban lokal di sini,” jelas Gunawan dari Sales Resprentative PT Industri Karet Deli, produsen ban Swallow dan Deli Tire, Sumatera Utara.

Kemungkinan besar pada pertengahan Juli nanti pabrikan akan mengeluarkan harga resmi ban motor lokal yang naik harga. Dan baru di Agustus harga di pasaran akan ikut melonjak.

DAFTAR HARGA

Swalow
Swallow
275-14 Rp 105.000
300-14 Rp 130.000
275-16 Rp 125.000
300-16 Rp 150.000
225-17 Rp 88.000
250-17 Rp 108.000
70/80-17 Rp 170.000
70/90-17 Rp 148.000
80/80-17 Rp 181.000
80/90-17 Rp 181.000
90/70-17 Rp 238.000
90/80-17 RP 238.000
250-18 Rp 115.000
275-18 Rp 145.000
70/90-16 Rp 108.000
80/90-16 Rp 135.000
90/80-16 Rp 188.000
50/90-17 Rp 86.000
60/80-17 Rp 97.000
70/80-17 Rp 108.000

IRC
IRC
70/90-14 Rp 103.000
70/90-14 Rp 150.000
80/90-14 Rp 123.000
80/90-14 Rp 116.000
70/90-16 Rp 115.000
80/90-16 Rp 145.000
90/100-16 Rp 177.000
120/80-16 Rp 238.000
70/90-17 Rp 121.000
80/90-17 Rp 161.000
90/80-17 Rp 270.000
70/90-18 Rp 147.000
80/90-18 Rp 142.000
100/90-18 Rp 253.000

Comet
Comet
50/100-17 Rp 111.000
60/90-17 Rp 117.000
70/90-17 Rp 132.500
80/90-17 Rp 178.500
90/80-17 Rp 215.500
70/90-17 Rp 132.500
70/90-14 Rp 200.000
80/90-14 Rp 247.000
90/90-14 Rp 295.000
80/90-14 Rp 205.000
90/90-14 Rp 237.000
90/80-17 Rp 390.000
90/80-17 Rp 390.000
90/80-17 Rp 410.000
250-17 Rp 142.000
275-17 Rp 187.000
300-18 Rp 253.000
350-18 Rp 288.000

corsa
Corsa
80/80-17 Rp 120.000
90/80-17 Rp 160.000
100/80-17 Rp 270.000
250 – 17 Rp 110.000
275 – 17 Rp 145.000
120/70 – 17 Rp 335.000
80/80 – 14 Rp 137.000
90/80 – 14 Rp 166.000
100/80 – 14 Rp 205.000
110/80 – 14 Rp 231.000
120/70 – 14 Rp 256.000
2.50 – 18 Rp 130.000
2.75 – 18 Rp 172.000
3.00 – 18 Rp 199.000
70/90 – 17 Rp 145,000
80/90 – 17 Rp 172.000
70/90 – 14 Rp 127.000
80/90 – 14 Rp 140.000
80/80 – 17 Rp 170.000
90/80 – 17 RP 220.000

FDR
FDR
70/90 – 14 Rp 103.000
80/90 – 14 Rp 123.000
90/90 – 14 Rp 158.500
60/100 – 17 Rp 102.000
70/90 – 17 Rp 115.000
80/90 – 17 Rp 153.500
80/90 – 18 Rp 178.000
90/90 – 18 Rp 208.000
2.75 – 18 Rp 163.000
3.00 – 18 Rp 195.000
100/90 – 18 Rp 253.000
80/80 – 14 Rp 165.500
90/80 – 14 Rp 192.500
110/80 – 14 Rp 270.500
120/70 – 14 Rp 303.500
110/70 – 17 Rp 352.000
130/70 – 17 Rp 464.000

Penulis/Foto : Niko/Dok. MOTOR Plus
Sumber Motorplus Online

Bro sekalian, berikut saya postingkan harga ban Bridgestone battlax yang diupdate pada PRJ per bulan Juni 2010 Lalu dengan Kurs US dollar Rp 9.800,- harga saat ini bisa saja berubah , tapi lumayan lah Buat sekedar acuan bro sekalian yang berniat untuk menggunakan ban yang secara Kualitas diakui secara Internasional ini, silahkan cek daftar harga dibawah, semoga bermanfaat
battlax
Taufik of BuitenZorg
Model Type F/R Size Harga
BT 39 Racing Front 110/70-17 635.000
BT 39 SS Racing Front 80/90-16 535.000
80/90-17 570.000
90/80-17 610.000
100/80-17 695.000
Rear 90/90-17 620.000
100/80-17 695.000
100/90-18 750.000
120/80-17 785.000

BT 45 Sport & Touring Front 90/90-18 520.000
100/80-18 585.000
100/80-17 570.000
100/90-18 595.000
110/70-17 545.000
110/80-17 635.000
120/70-17 660.000
Rear 110/80-18 660.000
120/80-17 735.000
120/80-18 810.000
130/70-17 800.000
130/70-18 825.000
140/70-17 925.000
150/70-17 935.000
150/70-18 940.000

BT 45 V Sport & Touring Front 110/90-18 760.000
120/80-16 700.000
Rear 150/80-16 995.000

BT 090 Racing Front 100/70-17 1.040.000
110/70-17 1.035.000
120/60-17 1.130.000
120/70-17 1.095.000
Rear 150/60-17 1.420.000

BT 92 Sport & Touring Front 110/70-17 735.000
120/60-17 760.000
120/70-17 770.000
Rear 140/60-17 870.000
140/70-17 915.000
150/60-17 940.000
160/60-17 990.000
150/60-18 1.000.000

BT 014 Sport & Touring Front 120/60-17 1.050.000
120/70-17 1.110.000
Rear 170/60-17 1.665.000
180/55-17 1.625.000
190/50-17 1.700.000
200/50-17 1.795.000

BT 016 Hyper Sport Front 120/60-17 1.115.000
120/70-17 1.145.000
Rear 150/60-17 1.520.000
170/60-17 1.675.000
180/55-17 1.710.000
190/50-17 1.795.000
BT 020 Rear 110/80-18 1.095.000
BT 003 RS Hyper Sport Front 120/60-17 1.115.000
120/70-17 1.145.000
Rear 150/60-17 1.520.000
160/60-17 1.595.000
180/55-17 1.710.000
190/50-17 1.795.000

BT 023 Sport & Touring Front 120/60-17 1.095.000
120/70-17 1.140.000
Rear 180/55-17 1.810.000
190/50-17 1.900.000


Dari Blog kang Opick


Scorpio – Nungging Tapi Empuk

20 September 2010

Nungging Tapi Empuk

Arm Relay

Sudah jadi rahasia umum kalau monosok standar Yamaha Scorpio mudah amblas. Solusinya banyak pengguna Scorpio mengakali dengan pasang variasi peninggi sokbreker. “Biar bodi belakang motor lebih nungging,” ujar Hery Budiman, pemilik Scorpio from Depok.

Tapi masalahnya pasang peninggi peredam kejut variasi itu malah bikin redaman sok belakang keras. “Ini bisa terjadi lantaran posisi kemiringan sok belakang sudah berubah,” ujar Wardoyo, builder dari rumah modifikasi Gandul 2Wheels Custom di Gandul, Depok.

Sok belakang Scorpio yang berubah menjadi keras pengaruh dari sudut kemiringan yang terlalu tegak. “Harusnya bikin desain peninggi sok enggak mengubah kemiringan suspensi belakang,” jelas Wardoyo lagi.

Conrod di potong
Biar tetap empuk dan posisi bodi belakang nungging, Wardoyo coba kasih solusi. “Agar aman enggak usah ganti peninggi sok baru, cukup modifikasi dari komponen aslinya,” bilang builder yang juga pemilik Scorpio-Z ini.

Ada dua komponen yang perlu dimodifikasi. Pertama, memotong as conrod atau dudukan sokbreker bawah comyang berhubungan dengan amrile. “Potong bagian conrod sepanjang 2 cm lagu disambung menggunakan las listrik (gbr. 1),” terang Bos G2C ini.

Selanjutnya tinggal potong bagian tengah amrile lalu dikurangi 1,5 cm. “kemudian sambung kedua bagian yang terpisah ini pakai las listrik (gbr. 2),” jelas War sapaan akrab Wardoyo.

Tujuan mengurangi conrod dan menambah pelat di amrile ini agar posisi sokbreker lebih tinggi. “Ini yang membuat bodi belakang lebih tinggi namun suspensi tetap empuk,” tutup War yang bisa dikontak di nomor (021) 46427753.

Penulis/Foto : Belo/Herry Axl
Sumber dari Motorplus Online


Oil Cooler

13 Februari 2010

Oil Cooler pada SCORPIO Jaga Panas Mesin Ideal

Panas mesin menyebabkan kondisi oli cepat encer dan bekerja kurang maksimal untuk melumasi seluruh bagian mesin. Ini bisa mengakibatkan onderdil di dalam cepat aus dan menimbulkan suara kasar. Ujung-ujungnya butuh diservis. Nah, untuk mengurangi panas tinggi dan oli mesin terlalu encer, bisa manfaatkan oil cooler. Fungsinya untuk mendinginkan oli mesin dari dalam bak mesin atau bak kopling sebelum disalurkan menuju kepala silinder. Kalau kekentalannya terjaga, gesekan antarpart tidak terlalu besar, sehingga umur pakai onderdil bisa tahan lama.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Peranti yang disiapkan oil cooler copotan dari motor seperti Satria F-150 atau Hyosung RX125 atawa produk variasi. “Jangan lupa siapkan slangnya. Pakai slang kuningan atau slang fleksibel. Untuk jalur sirkulasi oli yang menuju oil cooler ini ada dua slang yang digunakan. Untuk jalur bagian kanan mesin mengambil dari bagian pompa oli yang ada di bak mesin sebelah kanan. Sedang pada sisi kiri slang di hubungkan pada bagian head.

Jadi sebelum oli mesin melumasi noken as, pelatuk dan peranti lain di dalam head, oli panas dari mesin akan bersirkulasi di oil cooler dulu untuk proses pendinginan. Sehingga kemungkinan besar gesekan antarpart di dalam mesin juga tidak terlalu besar. Kapasitas oli harus ditambah minimal 200cc dari normal, tergantung kapasitas oil cooler yang digunakan. Logikanya sih, kalo ditambah oil cooler, kan berarti oli berada pada penampungan yang lebih besar (dari pipa ke dan ke oil cooler plus oil cooler itu sendiri). Kalau volume oli tetap sama, kan tingkat ketinggian oli akan berkurang. Parah kalau misalnya bisa turun sampai di bawah tingkat minimum, itu mesin bisa rusak tuh.

Akan tetapi design mesin motor dengan pendingin udara seperti scorpio mempunyai keunggulan khusus yaitu ekonomis, simpel, handal. Dengan spek pabrikan segitu presisinya dibuat, kita dengan gampang pasang oil cooler sehingga kinerja pompa oli terlalu dipaksakan, malah kalo ada masalah misalnya akibat kesalahan kecil salah pasang selang oli, kisi2 tersumbat akibat kesalahan pemilihan ukuran rongga, selang pecah, kebocoran dan lain sebagainya, akibatnya? pasti bubar tuh mesin, lain lagi bila memang spek pabrikan sudah dipasang oil cooler jadi tinggal ganti oil cooler aftermarket.

Dan untuk harga Oil Cooler

  • FU sekitar 350 – 400rb
  • Hyosung RX125 300 – 400Rb
  • Eks Moge 750 – 1jt
  • VW & Citroen 500rb
  • Variasi 500 – 750Rb (set)

Harga part lainnya

  • Nipel + Selang 100 – 300rb
  • Braket Pelat s/d 50Rb
  • Ongkos Pasang 50 – 150Rb

Otomotifnet.com


Tips Seputar Karbu SuperPIO

21 Januari 2010

Tips Seputar Karbu SuperPIO

 

 

YAMAHA SCORPIO

Yamaha Scorpio dari pabriknya menganut karburator model vakum yang terkenal efisien. Namun pemilik Scorpio yang berumur lebih dari tiga tahun kerap mengeluhkan performa karbu jadi menurun. Itu lantaran karet vakum sudah mulai keras atau bocor. Tentu ngaruh terhadap isapan bensin yang kurang maksimal. Akhirnya tarikan kurang responsip. Tinggal ganti karet vakum, masalah bakal selesai. Namun banyak yang mengeluh harga karet vakum yang mencapai Rp 400 ribu. Ada yang sekalian ganti karburator model skep, tarikan lebih oke dan harga beda tipis,”Ada berbagai pilihan karbu skep yang banyak dijual toko variasi. Paling banyak dipakai Scorpio yaitu Keihin. Tersedia tiga model atau varian yang ditawarkan, yaitu PE, PWL dan PWK. Ketiganya berventuri 28 mm. Secara kasat mata modelnya mirip. Namun buat pemasangan dan seting punya perlakuan berbeda.

  • Mulai dari Keihin PE, harga Rp 500 ribu-Rp 600 ribuan, paling banyak diminati pemilik Scorpio. Karbu PE Punya karakter tarikan atas oke. Namun putaran bawah agak sulit didapat. Bila ingin tarikan bawah dapat, kompresi harus dibikin lebih padat. Untuk seting karbu ini, paling pas pakai spuyer ukuran 115 buat main -jet sedang 42 buat pilot-jet. Buat atur putaran anginnya satu seperempat putaran balik setelah diset mentok, tipe PE menggunakan jarum skep sudah fix hingga tidak bisa disetel.
  • Pilihan kedua, adalah Keihin PWL. Banderol yang dipasang mulai Rp 700 ribu–800 ribuan. Keunggulan dari tipe PWL memiliki jarum skep yang bisa distel. Untuk seting jadi lebih mudah. Jadi, sebelum ganti spuyer bisa disetel dari jarum skepnya dulu. Karakter PWL buka-bukaan gas lebih oke buat jarak pendek. Karakter ini cocok buat trek dalam kota dan ubahan Scorpio trail.

    Sedang untuk putaran atasnya masih bagus tipe PE. Untuk setingannya sendiri, spuyer untuk main-jet ukuran 120 sedangkan pilot-jet 48, dengan putaran angin lebih kurang 360 derajat alias satu putaran.

  • Terakhir, Keihin PWK, tipe ini paling spesial dari dua model di atas. Lantaran untuk tarikan bawah dan atas seting karbu mudah didapat. Namun harga juga spesial, Rp 2,2 jutaan. Tipe ini punya skep model oval. Tapi untuk main-jetnya tidak sama, dimensi lebih panjang dari dua tipe sebelumnya di atas. “Cocoknya pakai main-jet yang biasa diaplikasi karbu Keihin motor SE. Untuk urusan seting spuyer di Scorpio, memang jauh lebih mudah. Main-jet ukuran 120 sedang pilot-jet 48. Setelan angin cukup digeser 1,5 putaran balik setelah diputar mentok.

 

Mudah-mudahan bermanfaat yah,………..!!!!

sumber ototrend.info

Cukup Putar Manifold

Intake Manifold

Ganti karbu Keihin PE pada Yamaha Scorpio kerap dilakukan mekanik. Untuk pemaasangan memang agak repot. Karena kalau karbu langsung dipasang ke intake karet bawaan motor bodi karbu bakal mentok dinamo stater.

Solusinya yang banyak diaplikasi akhirnya pasang adaptor atau intake tambahan yang dibuat dari aluminium. Dengan metode ini keuntungannya filter karbu tetap bisa diaplikasi.
PE28 + Airfilter aftermarket
“Kalau mau praktis pasang karbu PE sebetulnya bisa saja,” ujar Suryo mekanik sekaligus pemilik bengkel Suryo motor di Cipinang, Jakarta Timur. Suryo bilang, caranya cukup sederhana. Yaitu tinggal putar saja posisi dudukan intake standar yang nempel di blok silinder.

Jadi, proses pengerjaanya mudah, lepas dulu dua baut pengikat intake standar menggunakan kunci ring 10. Setelah baut dibuka tinggal lepas intake dari blok. “Hati-hati saat melepasnya jangan sampai o-ring dalam intake rusak,” ujar mekanik berkulit gelap ini.4648pasang-karbu-adib-2.jpg

Baru kemudian pasang kembali intake tapi posisinya dibalik. “Sisi bagian bawah intake yang tertulis kode BP5 letaknya pindah ke atas. Nah sebelum pasang dioles dulu pangkal intake pakai sealer” lanjut Soryo lagi.

Posisi intake yang sudah diputar bikin moncong bagian dalam karbu bisa dikunci klem intake. “Lumayan, jaraknya jadi lebih panjang 0,5 cm. Dengan begitu, moncong bagian dalam karbu bisa lebih menempel,” yakin Suryo.

Namun konsekuensinya cocok bagi mesin Scorpio open air. Maksudnya kudu pakai filter variasi. Ini lantaran jarak karet klem standar yang mengunci venturi jadi terlalu pendek.

Penulis/Foto : Belo/Adib
Sumber dari Motor plus Online


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.