Mencari Nafkah Lewat Blogging = Buruk?

16 Februari 2016

kapan ya saya bisa begini…

7Leopold7

Seorang teman blogger yang meroket beberapa tahun belakangan ini curhat sambil mengelus-elus dada. Tentu dadanya sendiri. Dia merasa ada stempel negatif yang dikenakan kepada para blogger yang mengandalkan aktifitas bloggingnya untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Hits melalui iklan memang menjadi bilangan pengali yang berpengaruh terhadap pemasukan. Sejumlah istilah berkonotasi negatif ditempelkan seperti Blogger Dollariyah, Blogger Hits Hunter, Blogger Ekonomi Lemah dll.

Lihat pos aslinya 381 kata lagi


DRL (Day Running Lights) Wajib November 2010

13 Oktober 2010

Condro Kirono (kiri) dan Paulus (kanan) saat menjelaskan program Klik Byar, di Jakarta, Selasa (12/10). (foto:edo)
Dari blog bang edo

BUAT bikers di Jakarta yang tidak menghidupkan lampu utama di siang hari siap-siap aja ditilang.
“Mulai November 2010, kami akan menilang pengendara roda yang tidak menyalakan lampu utama,” kata Kombes Condro Kirono, dirlantas Polda Metro Jaya, di sela pembukaan program Klik Byar, di Jakarta, Selasa (12/10/2010).
Menurut Condro, pihaknya tidak ragu-ragu menindak pelanggar aturan soal lampu utama. “UU No 22/2009 tentang LLAJ khususnya pasal 107 itu intinya untuk keselamatan pengguna jalan,” kata dia lagi.
Sementara itu, Ketua Umum Mio Club Depok (MCD) Ita mengaku, penilangan menjadi para bikers bisa lebih tertib di jalan. “Kan buat keselamatan juga,” kata Ita, di sela pembukaan Klik Byar.
Saat disinggung soal belum diimplementasikannya aturan soal lampu utama, Condro mengaku, saat ini masih tahap sosialisasi. “Termasuk dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Menurut dia, menyalakan lampu utama bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas jalan. “Berdasarkan survey di Surabaya, menyalakan lampu utama bisa mengurangi kecelakaan, karena itu aturan ini di masukkan ke Undang Undang,” tukas Condro.
Sayangnya dia tak bisa menjelaskan berapa besar penurunan itu. Pastinya, kata dia, di Jakarta pada 2009 korban tewas mencapai 1.071 jiwa.
Menurut Condro, saat ini di Jakarta setiap hari ada 3.000 pelanggaran lalu lintas jalan. “Jika digelar operasi, kami mendapati 10 ribu pelanggaran per hari,” tukas dia.
Dari blog bang edo
SEPEDA motor yang diproduksi para agen tunggal pemegang merek (ATPM) hingga jelang akhir 2010, belum memiliki fasilitas lampu utama menyala secara otomatis ketika mesin sepeda motor dihidupkan. Fasilitas untuk menghidupkan lampu utama sepanjang hari (day running lights/DRL) sudah dikenal lama di Eropa.
PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), ATPM sepeda motor Yamaha tampaknya bakal memelopori produk DRL di Tanah Air. “Mulai pertengahan tahun depan, kami akan memproduksi sepeda motor DRL,” ujar Paulus S Firmanto, general manager Promotion and Motorsport PT YMKI, saat berbincang dengan saya, di Jakarta, Senin (11/10/2010) malam.
Menurut dia, produksi awal akan ditujukan pada beberapa varian tertentu. Setelah itu bakal masuk ke seluruh produk Yamaha. “Kami mendukung sepenuhnya untuk program keselamatan jalan,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata menegaskan, para anggota asosiasi produsen sepeda motor itu siap memproduksi motor DRL. “Pertengahan tahun depan, kami sudah bisa memproduksi sepeda motor DRL,” kata dia, Senin malam, saat saya tanya kapan para produsen membuat motor DRL.
Namun, Gunadi yang juga Presdir PT Indomobil Sukses International Tbk menghimbau agar pihak kepolisian menindak tegas pengendara sepeda motor yang tidak menghidupkan lamu utamanya di siang hari. “Peraturan kan dibuat untuk dipatuhi,” tegas dia.
Peraturan yang dimaksud Gunadi adalah UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No 22 tahun 2009, khususnya pasal 107 ayat (2) yang menyebutkan bahwa pengemudi kendaraan sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Sanksinya ada di pasal 293 UU tersebut yakni pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama pada siang hari dipidana kurungan 15 (limabelas) hari atau denda maksimal Rp 100 ribu rupiah.
Menurut Gunadi, ketimbang sekadar membuat shortcut untuk switch on sepeda motor, lebih efektif dengan upaya penegakan hukum. “Kami sudah usulkan aturan itu seperti diakomodasi dalam UU No 22/2009,” ujarnya. (edo rusyanto)

Bro sekalian Yamaha bekerja sama dengan Polda Metro Jaya rencananya pada Oktober ini akan memulai lagi program sosialisasi Daytime running Light (DRL) atau apalah namanya, dimana Motor yang dikendarakan harus menyalakan lampu depannya baik siang maupun malam. Dan rencananya Mulai November 2010 Motor yang kedapatan tidak menyalakan Lampu Utama di siang Hari akan ditindak tegas dengan cara ditilang . . . wedew, ampuun pak pulisi🙂

Saat TMCblog.com konfirmasi ke General Manager Promotion and Motorsport Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Bapak Paulus Firmanto dengan pertanyaan : “apa peran Yamaha di progran ini” Pak Pulus menjawab “Sebagai Partner PolDa Metro Jaya dan dukungan kami untuk program Safety riding ” Saat ditanya tentang kabar bahwa motor Standar pabrikan Yamaha akan dibuat otomatis menyala saat mesin dihidupkan, Pak paulus menjawab “Iya mulai Tahun depan secara bertahap” woow, sebuah kabar bagus bagi pengiat aman berkendara niih

Bicara mengenai attitude para biker indonesia, saya menilai sebenarnya Biker kita itu penurut . . . bila regulasi sudah menyatakan bahwa itu harus, mudah-mudahan semua bisa melakukannya secara keseluruhan. Ingat tentang keharusan turun saat mengisi bensin di Shell? semua nurut kan karena itu memang peraturan . .. nah saya optimis bila para regulator dan pelaksana tugas dilapangan bisa tegas dan tanpa kompromi, tentunya didahului dengan sosialisasi yang maksimal, semua motor tentu akan bisa maksimal menyalakan lampu disiang hari, inget bro Pasal 293 UULLAJ No. 22 tahun 2009 berbunyi mengendarai sepeda motor di jalan tidak menyalakan lampu utama pada siang hari akan dipidana kurungan 15 hari denda Rp 100.000 woow

silahkan share komentar bro semua . . . semoga berguna

credit to :
tmcblog.com
edorusyanto.wordpress.com


[Akhirnya] Byson dan New Scorpio nongol di Website YMKI

25 September 2010

Spesifikasi Mesin

  • Tipe Mesin : 4 Langkah, 2 Valve SOHC, Berpendingin Udara
    Diameter Langkah : 70,0 x 58,0 mm
    Volume Silinder : 223 cm
    Susunan Silinder : Cylinder Tunggal / Tegak
    Perbandingan Kompresi : 9,50 :1
    Power Max : 13.4 kW@8.000 r/min (18.2 PS@8.000 r/min)
    Torsi Max : 17.5 Nm@6.500 r/min (1.78 kgf-m@6500 r/min)
    Sistem Pelumasan : Basah
    Oli Mesin : Total : 1,4 Liter / Penggantian Berkala : 1,2 Liter
    Radiator : –
    Karburator : (MIKUNI) BS30 x 1
    Putaran Langsam : –
    Saringan udara : –
    Transmisi : 5 Kecepatan (1-N-2-3-4-5)
    Kopling : Basah, Kopling manual, Multiplat
    Caster / Trail : –
    Rasio Gigi : –
    Sistem Starter : Electric Starter dan Kick Starter
  • scorpio1

    Spesifikasi Chasis

  • Tipe Rangka : Double Cradle
    Suspensi Depan : Teleskopik
    Suspensi Belakang : Lengan Ayun, Suspensi Monocross
    Rem Depan : Cakram
    Rem Belakang : Tromol
    Ban Depan : 80/100-18 47P
    Ban Belakang : 100/90-18 56P
  • scorpio2

  • Lampu Depan : –
    Lampu Sein Depan : –
    Lampu Sein Belakang : –
    Lampu Rem : –
    Beterai : GM7B-4B
    Busi : NGK/DP8EA-9
    Sistem Pengapian : C.D.I.
    Sekring :
  • scorpio3

  • Panjang x Lebar x Tinggi : 2.025 mm x 765 mm x 1.095 mm
    Tinggi Tempat Duduk : 770 mm
    Jarak Antar Roda : 1.295 mm
    Jarak Ke Tanah : 165 mm
    Kapasitas Tangki : 13 Liter
    Berat Isi : 141 kg
    Berat Kosong : –
  • untuk harganya OTR adalah Rp. 0,- <= ???? *gak ngerti
    harga

    aslinya dari sini


    Yamaha Kenalkan New Scorpio Z

    22 September 2010
    Launching SuerPIO

    Yamaha Kenalkan New Scorpio Z
    Posted by Taufik in yamaha.

    Bro Sekalian, Langsung dari jakarta Utara . . . Hari ini 21 September 2010 Mulai Pukul 14 Siang , bertempat di Kawasan Ancol kalo Nggak salah namanya di sebuah resto mengapung Le Bridge, Yamaha memperkenalkan New Scorpio Z pada media. Motor Yang Rencananya akan dirilis resmi bersamaan dengan Event Bromo-Tengger ini. sampai berita ini dirilis, belum ada informasi berapa bandrol harga yang akan disematkan pada sang Kalajengking akan tetapi kisi kisi harganya akan berada di antara 22,3 sampai 23,8 Juta

    Atau maksimum Naik 1,5 Juta . . . Harga pastinya akan diumumkan secara resmi akhir pekan ini di bromo . . . Prosesi Sneak Peak lumayan Unik . . . New Scorpio Z dibongkar dari dalam peti yang siap ‘dikapalkan’

    Mengenai Headlamp belakang, terlihat bahwa penampakannya mirip dengan sketsa yang pernah tmcblog gambarkan dulu dimana lampu malam dan rem di modifikasi sedemikian hingga mirip lampu led, silahkan cekidot gambar-gambar di bawah

    🙄 Stop Lamp New Scorpio Z . . . mirip kan sama sketsa tmcblog yang dulu?

    🙄 shroudnya dari dekat

    🙄 Ready ship to Bromo ?

    🙄 Le Bridge

    nantikan update foto dan info-info mengenai Scorpio Z (artikel ini akan terus di update)

    Taufik of BuitenZorg
    aslinya disini


    Seputar Rantai Yamaha Scorpio

    21 September 2010

    Rantai (CHAIN) OEM Yamaha Scorpio yang memiliki kode spare part 94581-90118 memang dikenal handal. Dengan mengusung tipe 428V panjang 118 mata diproduksi tanpa menggunakan sambungan. Untaian kokoh tanpa sambungan telah membuat rantai ini sangat kuat dan nyaris jarang ada yang putus saat berputar. Memang rantai ini diperuntukan untuk tipe Sport diatas 250cc. Keunggulan lainnya yaitu terletak pada konstruksinya yang telah mengadopsi o-ring di setiap mata rantainya. O-ring ini mampu meredam gesekan yang terjadi saat rantai berputar cepat. Sehingga noise yang ditimbulkan akibat gesekan tersebut hampir nyaris tidak terdengar gemericiknya. Disisi lain, o-ring ini ternyata mampu menahan pelumas rantai agar tidak mudah lepas saat rantai berputar. Bila dilakukan perawatan secara berkala dengan baik, rantai ini mampu berumur panjang. Tak jarang motor Scorpio keluaran lawas pun masih banyak menggunakan rantai bawaannya.
    Ori
    Dibalik sederet keunggulan yang disuguhkan, memang tidak salah bila harga rantai ini cukup mahal. Berdasarkan Price List resmi yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan Yamaha per 1 Feb 2010, Rantai ini memiliki harga eceran resmi yaitu Rp. 670,000. Dhasyattt…….bandingkan dengan produk-produk rantai lainnya yang masih bermain dikisaran Rp.350,000 ke bawah.

    Bagi rekan-rekan bikers penunggang sang Kalajengking, berikut informasi yang bisa menjadi alternatif ataupun menjadi substitusi part pengganti rantai original. Dipastikan cukup berguna disaat kantong sedang tidak bersahabat……….. Namun jangan asal pilih Bro, karena rantai memiliki SPESIFIKASI STANDAR untuk tiap-tiap motor. Japan Chain Association Standard (JCAS) salah satu yang membuat spesifikasi standar untuk tiap rantai yang disesuaikan dengan kebutuhan motor.

    a, ALTERNATIF 1: Beli Rantai Meteran……..
    Bagi bikers yang senang berburu harta karun “perkakas bengkel dkk-nya” keberadaan LINDETEVES TRADE CENTER Glodok sudah tidak asing lagi deh…….silakan berburu disitu. Banyak penjual Rantai Meteran sesuai kebutuhan. Dihitung per jumlah mata rantai yang diperlukan. Harga per-mata rantai kualitas bagus cukup bervariasi mulai dari Rp.2000-an. Tanyakan ke pedege-nya yang punya speksifikasi terbagus. Umumnya berkode SB (= Solid Bush), H (= Heavy Duty), atau HO (= Heavy Duty and O-ring). Yang perlu di-INGAT……. Rantai Scorpio berukuran 428 – 118 mata. Sebut saja per mata Rp.2000 x 118 mata = Rp.236,000………Jauh lebih murah kan? hanya 35%nya harga rantai original.
    TK meteran
    Selain di LINDETEVES, Bro and Bri bisa sambangi juga TOKO POLARIS (Ph.021-6251404) Kebon Jeruk III Kota. Mereka menjual Rantai meteran bermerk TK JAPAN. Rantai ini ada 2 tipe yang 428H dan 428HO, mantebnya ada beberapa warna bisa pilih GOLD atau SILVER. Harga Rantai TK 428HO dijual permata sekitar Rp.2500.

    b ALTERNATIF 2: Substitusi Motor Lain
    Selain merujuk rantai meteran, bro and bri juga bisa melirik rantai motor lain. Namun memang tidak ada rantai substitusi yang memiliki panjang yang sama dengan Scorpio. Jadi solusinya, potong bila rantai yang dibeli kepanjangan beberapa mata.Berikut rantai substitusi motor lain yang bisa dipilih:

    * Kawasaki Ninja 428H-122
    * Kawasaki Eliminator 428H-128
    * Honda CBR 150 428H-126
    * Bajaj Pulsar 180 428H-124
    * Kymco Spike 428H-120
    * Suzuki satria FU 428H-122
    * Suzuki RGR 428H-124
    * Suzuki Satria 120R 428-128

    Nah, tinggal dipilih deh usahakan menggunakan hak piliknya pada tipe 428H. Sebagai informasi 1 contoh saja, rantai Kawasaki Eliminator dihargai Rp.170,000……….murah kan?? Kualitas ?? Pasti OKE PUNYA lah namanya juga rekomendasi pabrikan. Tinggal potong sesuai kebutuhan Scorpio yang hanya 118 mata. Beres deh……….

    Info ini penting juga loh, buat Bro n Bri yang mau modif Scorpio pake gir besar Uk diatas 46 karena pasti butuh rantai lebih panjang atau yang mau modif si Kalajengking pakai swing arm limbah yang rata-rata lebih panjang dari punya Yamaha Scorpio.

    c. ALTERNATIF 3: Rantai Variasi Berkualitas
    Sekarang sudah cukup banyak rantai versi Variasi/aftermarket yang berkualitas tinggi. Sebut saja rantai Daytona, rantai SINNOB dan masih banyak lagi. Umumnya sudah dijual dalam panjang yang memang diperuntukan untuk Yamaha Scorpio. Jadi tidak perlu repot untuk potong-potong. Enaknya lagi, umumnya dijual dalam 1 paket beserta sprocketnya…….mantebkan.
    KTC
    Contoh produk unggulan Daytona, Kode AO395 Gold Chain & Steel Sprocket Set Rp.250,000 atau AO409 Gold & Alumunium Sprocket Set Rp.450,000 (per April 2010). Atau Rantai SINNOB dijual dalam 1 paket termasuk Sprocket depan dan belakang, untuk Yamaha Scorpio ada 2 jenis Sinnob Premium Rp.650,000 dan Sinnob Comfort Rp.550,000
    DID Chain
    SARAN:

    * Lakukan perawatan rantai berkala. Sebagus apapun rantai motor kalo tidak dirawat cepat rusak bro. Ujung2nya nyusahin kalo putus rantai saat dijalan/turing, mendingan putus cinta ….uhahahahahaaha. Gunakan Chain Lube/Wax, mau yang murmer beli tuh OLI GARDAN SAE 90 Rp.10,000 bisa dapat 1/2 liter apalagi kalo bisa rayu si LAE.
    * Bawa Sambungan Rantai cadangan. Selalu simpan 1 or 2 sambungan rantai baru dibawah jok. Bila putus di tengah jalan minimal hati tenang karena sambungan rantai ready……..(pengalaman pribadi neh…hihihihi)
    * Sekalian ganti Sprocket depan dan belakang. Disarankan ketika ganti rantai ganti juga sprocket (Gir) nya bro n bri…
    sambung
    Info ini hanya sekedar memberikan solusi kepada rekan-rekan bikers yang sedang cari alternatif dikala cekak atau dicekik ibu negara dirumah hehehehe……… Namun rantai OEM Scorpio masih diatas angin lah alias ajibbbbbbbb

    Note: Photo disadur dari hasil copy paste beberapa link…..
    sumber dari website ini


    Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

    20 September 2010

    Pasang Rem Cakram Belakang di Scorpio

    OTOMOTIFNET – Dari pabrik pembuatnya alias PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Scorpio emang udah dirancang pakai rem cakram (depan) dan teromol (belakang). Kemampuannya diakui cukup andal. Tapi begitunya, masih aja ada yang nganggap kurang.

    Paulus Sugih Firmanto, GM Promotion and Motorsport YMKI mengatakan alasan utama motor YMKI tidak mengaplikasi cakram belakang adalah ” Kalau dipaksa pakai disk brake belakang harganya bisa bertambah Rp 700 ribu sampai 1 jutaan,” prediksi Paulus.

    Sebut saja Yanto, warga Meruya, Kebon Jeruk, Jakbar. Pengguna ‘Kalajengking’ keluaran 2004 ini, kesengsem aplikasi cakram belakang di besutannya. “Bawaan pabrik sih sudah pakem dan enggak banyak masalah. Tapi saya pengin lebih maksimal lagi, terutama saat melakukan pengereman mendadak,” kisah pria yang biasa ngacir di atas 100 km/jam ini. Wah.. hati-hati, ah!

    Makanya, ia pun memboyong besutannya ke Bengkel Ario Motor (BAM) yang tak jauh dari tempat kerjanya. Setelah mengutarakan keinginannya pada Trisno, penggawang BAM, tak lama kemudian langsung digarapnya.

    Mau tahu cara pasang peranti aftermarket yang dibanderol Rp 650 ribu (komplet plus pasang) oleh pemilik bengkel di Jl. Raya Srengseng No.35, Jakbar ini? Yuk lanjut.

    Pertama, lepas roda belakang beserta rumah kampas remnya. Lalu melubangi teromol roda sisi kiri pakai bor sebanyak 4 titik sampai tembus. “Sebelumnya diukur dan menyesuikan damper dudukan cakramnya dulu,” ujar Trisno yang sanggup ngegarap proyek ini dalam waktu sehari.

    Kemudian pasang damper dudukan cakram dengan 4 baut pengikat 12 mm dengan panjang sekitar 2 cm dan dilanjutkan memasang cakram pada damper dengan 4 baut pengikat L-12 (gbr.1).

    Lalu agar kaliper tidak goyang ke mana-mana, dibikinkan dudukan penahan braket kaliper dengan potongan pipa kecil yang dilas pada swing arm kanan bagian dalam (gbr.2).

    Habis itu bikin braket pengikat master rem yang dipasang di antara rangka sebelah kanan dengan dudukan footpeg kanan dan diikat pakai baut L-15 (gbr.3). Dilanjutkan memasang master rem pada braket yang sudah terpasang tadi, diikat pakai 2 baut dan dikencangkan pakai kunci T-8.

    Terus membuat dudukan penonjok master rem pada tuas rem belakang. Caranya dengan menambah pelat setebal 5 mm (custom) yang dilas pada bagian tengah tuas rem dekat per (gbr.4). “Biar roda beserta braket kaliper mudah dipasang, ditambah 2 ring as roda. Masing-masing setebal 3 mm,” tambah bapak 2 anak ini.

    Langkah akhir yakni tinggal memasang roda belakang yang sudah terpasang cakram, braket kaliper dan kalipernya serta jangan lupa dites jalan.

    Penulis/Foto: Banar
    Sumber otomotifnet.com

    Saran saya, aplikasikan product yang berkualitas dan juga jangan lupa sesuaikan ukuran dan jenisnya yg ideal. Artinya jangan memaksakan kondisi standardnya dari yang ada sampai melebihi batas toleransi yang ada.
    Mohon maaf untuk branded saya tidak bisa sebutkan disini, untuk ukuran yang ideal untuk Honda MegaPro bisa aplikasi ukuran velg seperti berikut ini, untuk velg belakang ukuran 2,5 inci dan depan 1,5 inci. Sedang ukuran ban depan adalah 100.70.17 dan ban belakang 130.70.17.
    Masalah cakram belakangnya saran saya bisa aplikasi original bawaan motor yang sudah memakai disc belakang. Contohnya, Honda Tiger Revo atau punya product satu spesies yang aplikasinya bisa saling pakai, ingat urusan disc belakang sangat riskan .
    Jangan tertipu sama harga variasi yngg mungkin akan membahayakan diri sendiri. Terakhir saran saya tetap safety riding dan Viva modifikasi.

    AWAS..!! DISC BRAKE BELAKANG LEBAR UNDANG BAHAYA!

    Rem adalah salah satu piranti keamanan motor yang fungsinya adalah untuk mengurangi kecepatan atau untuk menghentikan putaran roda. Bisa disimpulkan bahwa keberadaannya sangat penting untuk menjaga keamanan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

    Yang menjadi satu fenomena kini, dengan banyak beredarnya ragam part variasi rem khususnya cakram yang banyak menawarkan ragam produk piringan cakram dengan berbagai model serta diameter, banyak diantara kita yang kini salah kaprah mengartikan aplikasi serta kegunaannya.

    Sebagai salah satu contoh adalah aplikasi rem belakang cakram. Memang saat ini sudah jadi satu pakem paten jika motor modifikasi harus juga mengusung trend cakram belakang. Namun hal ini terkadang malah jadi satu boomerang jika kita memasang piringan cakram tanpa mengerti terlebih dahulu teori serta dasar-dasar aplikasinya.

    “Sejatinya, untuk aplikasi ssitim cakram belakang didesain khusus agar tingkat kepakemannya tidak terlalu tinggi” bilang Lugieto, mekanik Champion Motor Malang, modifikator Loegieto Modified yang juga spesialis modifikator cakram. Doi lantas meneruskan ilmu dasar teori pengeremannya lanjut.

    Bayangkan jika rem belakang disetting sangat pakem, tentunya nggak menutup kemungkinan jika motor riskan kehilangan traksi atau melintir karena ban belakang akan mengunci dengan sontak disebabkan rem belakang yang terlalu pakem, so berbahaya sekali bukan.

    “Jadi, seharusnya rem depan justru harus lebih pakem dibanding rem belakang karena kalo secara logika, saat harus dilakukan pengereman, beban keseluruhan pada motor otomatis akan berpindah ke depan sehingga rem depan akan bekerja lebih berat. Makanya sebagian besar motor keluaran pabrik kini memprioritaskan aplikasi rem cakram di bagian depan, bukan belakang” papar Loegieto.

    Nah jika memang kini sudah banyak produk motor anyar yang mengusung piranti cakram belakang, pastinya oleh pihak pabrik sudah diperhitungkan dengan matang baik kemampuan pengeremannya maupun konstruksinya. “Bisa dilihat semua kalo diameter cakram belakangnya selalu lebih kecil dibanding cakram depan” timpalnya.

    Nah kesalahan yang terjadi, kini abnyak tuh motor modifikasi yang diaplikasi buat harian malah ditancapi piringan cakram belakang super lebar. Wuihh..nggak kebayang deh bahaya di balik penampakan gagahnya.

    “Bahaya sewaktu-waktu siap menjemput ketika pengendara motor berada dalam keadaan darurat atau tegang reaksi otot bekerja lebih cepat dan keras sehingga pengendara cenderung menginjak rem belakang lebih keras, ujung-ujungnya pengereman ini membuat roda belakang terkunci dan akhirnya motor akan selip” tegas Loegieto.

    Pada kasus di atas, bisa kita simpulkan bahwa perbandingan panjang daerah bidang pengereman (besarnya keliling lingkar) antara piringan cakram kecil dan piringan cakram besar tentunya jauh lebih besar kala kita menggunakan piringan cakram lebar alias berdiameter lebar.

    “Bisa dites kok, dua motor dengan diameter cakram beda, direm dalam waktu bersamaan dan tenaga yang sama pula. Akan terlihat jika piringan cakram lebar akan cepat menghentikan putaran roda disbanding piringan cakram kecil” simpul Loegieto. .:tito


    [FYI] Infop harga Ban

    20 September 2010

    Kondisi yang belum menentu sepertinya akan jadi bertambah simpang-siur soal kemungkinan naik harga ban. Terlebih pedagang sudah mengendus kabar lebih dulu kalau ada kabar kenaikan harga. Diperkirakan kenaikan lebih dari 3%. Gaswat!

    “Awalnya dikabarkan ban naik Juni. Tapi, kayaknya mundur. Kenaikan cuma untuk ban buatan dalam negeri. Harga ban impor tetap,” beber Teddy, Marketing Director CV. Kurnia Lestari, salah satu distributor beberapa merek ban untuk Jakarta dan sekitarnya.

    BT 45

    Kabar kenaikan ban juga disambut ragu sama produsen. Ada yang menganggap kenaikan bisa aja terjadi, tapi bergantung pada produsennya. “Februari lalu sudah naik sekitar 2%-3%. Kalau sekarang naik lagi, kita masih pertimbangkan,” ujar Daniel, Area Sales Supervisor, PT Banteng Pratama Rubber (BPR), produsen Mizzle.

    Memang, awal Januari 2010 produsen ban terpaksa menaikkan harga. Ada dua alasan kuat kenapa banderol ban kudu dikatrol. Pertama, sejak 2008 dengan kondisi ekonomi dunia meningkat harga ban produsen di Indonesia dipaksa enggak naik. Pastinya supaya permintaan enggak me lonjak turun. Artinya, produsen ban Tanah Air sudah menahan diri hampir dua tahun enggak menaikkan harga.

    Faktor kedua yang bikin naik melonjaknya harga karet alam sejak Januari 2010. Per April 2010 harga karet di Bursa Komoditas Tokyo 342,4 Yen per kg yang artinya naik 54,4 Yen per kg.

    “Hitungan secara menyeluruh karet naik 10%, tapi kenaikan harga ban belum tentu 10%. Mungkin bisa 3%-5%, tapi belum pasti ya karena belum ada keputusan,” jelas Riza, Sales-1 Sub Dept Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

    Pastinya produsen kulit bundar yang bergabung di Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) masih menghitung angka kenaikan yang bisa diterima konsumen. “Itu masih perdebatan. Belum tahu berapa naiknya. Pokoknya harga resmi kenaikan di pasar Agustus nanti,” timpal Harjono perwakilan dari APBI, Jakarta.

    Kalau pun ada kenaikan, yang dikhawatirkan adalah produsen lokal. Pasalnya, kondisi permintaan barang dan jasa di Indonesia belum kelihatan menggembirakan. “Tahun ini tidak sebagus tahun lalu. Saya khawatir kalau ada kenaikan harga di tahun ini bisa bikin bertambah buruk pada permintaan ban lokal di sini,” jelas Gunawan dari Sales Resprentative PT Industri Karet Deli, produsen ban Swallow dan Deli Tire, Sumatera Utara.

    Kemungkinan besar pada pertengahan Juli nanti pabrikan akan mengeluarkan harga resmi ban motor lokal yang naik harga. Dan baru di Agustus harga di pasaran akan ikut melonjak.

    DAFTAR HARGA

    Swalow
    Swallow
    275-14 Rp 105.000
    300-14 Rp 130.000
    275-16 Rp 125.000
    300-16 Rp 150.000
    225-17 Rp 88.000
    250-17 Rp 108.000
    70/80-17 Rp 170.000
    70/90-17 Rp 148.000
    80/80-17 Rp 181.000
    80/90-17 Rp 181.000
    90/70-17 Rp 238.000
    90/80-17 RP 238.000
    250-18 Rp 115.000
    275-18 Rp 145.000
    70/90-16 Rp 108.000
    80/90-16 Rp 135.000
    90/80-16 Rp 188.000
    50/90-17 Rp 86.000
    60/80-17 Rp 97.000
    70/80-17 Rp 108.000

    IRC
    IRC
    70/90-14 Rp 103.000
    70/90-14 Rp 150.000
    80/90-14 Rp 123.000
    80/90-14 Rp 116.000
    70/90-16 Rp 115.000
    80/90-16 Rp 145.000
    90/100-16 Rp 177.000
    120/80-16 Rp 238.000
    70/90-17 Rp 121.000
    80/90-17 Rp 161.000
    90/80-17 Rp 270.000
    70/90-18 Rp 147.000
    80/90-18 Rp 142.000
    100/90-18 Rp 253.000

    Comet
    Comet
    50/100-17 Rp 111.000
    60/90-17 Rp 117.000
    70/90-17 Rp 132.500
    80/90-17 Rp 178.500
    90/80-17 Rp 215.500
    70/90-17 Rp 132.500
    70/90-14 Rp 200.000
    80/90-14 Rp 247.000
    90/90-14 Rp 295.000
    80/90-14 Rp 205.000
    90/90-14 Rp 237.000
    90/80-17 Rp 390.000
    90/80-17 Rp 390.000
    90/80-17 Rp 410.000
    250-17 Rp 142.000
    275-17 Rp 187.000
    300-18 Rp 253.000
    350-18 Rp 288.000

    corsa
    Corsa
    80/80-17 Rp 120.000
    90/80-17 Rp 160.000
    100/80-17 Rp 270.000
    250 – 17 Rp 110.000
    275 – 17 Rp 145.000
    120/70 – 17 Rp 335.000
    80/80 – 14 Rp 137.000
    90/80 – 14 Rp 166.000
    100/80 – 14 Rp 205.000
    110/80 – 14 Rp 231.000
    120/70 – 14 Rp 256.000
    2.50 – 18 Rp 130.000
    2.75 – 18 Rp 172.000
    3.00 – 18 Rp 199.000
    70/90 – 17 Rp 145,000
    80/90 – 17 Rp 172.000
    70/90 – 14 Rp 127.000
    80/90 – 14 Rp 140.000
    80/80 – 17 Rp 170.000
    90/80 – 17 RP 220.000

    FDR
    FDR
    70/90 – 14 Rp 103.000
    80/90 – 14 Rp 123.000
    90/90 – 14 Rp 158.500
    60/100 – 17 Rp 102.000
    70/90 – 17 Rp 115.000
    80/90 – 17 Rp 153.500
    80/90 – 18 Rp 178.000
    90/90 – 18 Rp 208.000
    2.75 – 18 Rp 163.000
    3.00 – 18 Rp 195.000
    100/90 – 18 Rp 253.000
    80/80 – 14 Rp 165.500
    90/80 – 14 Rp 192.500
    110/80 – 14 Rp 270.500
    120/70 – 14 Rp 303.500
    110/70 – 17 Rp 352.000
    130/70 – 17 Rp 464.000

    Penulis/Foto : Niko/Dok. MOTOR Plus
    Sumber Motorplus Online

    Bro sekalian, berikut saya postingkan harga ban Bridgestone battlax yang diupdate pada PRJ per bulan Juni 2010 Lalu dengan Kurs US dollar Rp 9.800,- harga saat ini bisa saja berubah , tapi lumayan lah Buat sekedar acuan bro sekalian yang berniat untuk menggunakan ban yang secara Kualitas diakui secara Internasional ini, silahkan cek daftar harga dibawah, semoga bermanfaat
    battlax
    Taufik of BuitenZorg
    Model Type F/R Size Harga
    BT 39 Racing Front 110/70-17 635.000
    BT 39 SS Racing Front 80/90-16 535.000
    80/90-17 570.000
    90/80-17 610.000
    100/80-17 695.000
    Rear 90/90-17 620.000
    100/80-17 695.000
    100/90-18 750.000
    120/80-17 785.000

    BT 45 Sport & Touring Front 90/90-18 520.000
    100/80-18 585.000
    100/80-17 570.000
    100/90-18 595.000
    110/70-17 545.000
    110/80-17 635.000
    120/70-17 660.000
    Rear 110/80-18 660.000
    120/80-17 735.000
    120/80-18 810.000
    130/70-17 800.000
    130/70-18 825.000
    140/70-17 925.000
    150/70-17 935.000
    150/70-18 940.000

    BT 45 V Sport & Touring Front 110/90-18 760.000
    120/80-16 700.000
    Rear 150/80-16 995.000

    BT 090 Racing Front 100/70-17 1.040.000
    110/70-17 1.035.000
    120/60-17 1.130.000
    120/70-17 1.095.000
    Rear 150/60-17 1.420.000

    BT 92 Sport & Touring Front 110/70-17 735.000
    120/60-17 760.000
    120/70-17 770.000
    Rear 140/60-17 870.000
    140/70-17 915.000
    150/60-17 940.000
    160/60-17 990.000
    150/60-18 1.000.000

    BT 014 Sport & Touring Front 120/60-17 1.050.000
    120/70-17 1.110.000
    Rear 170/60-17 1.665.000
    180/55-17 1.625.000
    190/50-17 1.700.000
    200/50-17 1.795.000

    BT 016 Hyper Sport Front 120/60-17 1.115.000
    120/70-17 1.145.000
    Rear 150/60-17 1.520.000
    170/60-17 1.675.000
    180/55-17 1.710.000
    190/50-17 1.795.000
    BT 020 Rear 110/80-18 1.095.000
    BT 003 RS Hyper Sport Front 120/60-17 1.115.000
    120/70-17 1.145.000
    Rear 150/60-17 1.520.000
    160/60-17 1.595.000
    180/55-17 1.710.000
    190/50-17 1.795.000

    BT 023 Sport & Touring Front 120/60-17 1.095.000
    120/70-17 1.140.000
    Rear 180/55-17 1.810.000
    190/50-17 1.900.000


    Dari Blog kang Opick