Belok Kiri “TIDAK” boleh langsung

Polisi akan merazia pelanggar aturan ‘belok kiri tidak boleh langsung’ jika pada praktek di lapangan nanti ditemukan banyak pelanggar. Namun, sebelum merazia, polisi akan memberikan woro-woro atau pengumuman terlebih dahulu. “Kalau mau menindak, kita pasti kasih tahu dulu, woro-woro dulu lewat media,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono saat dihubungi wartawan, Selasa (27/10/2009).

Penindakan itu, kata Condro, dilakukan setelah proses sosialisasi dan evaluasi dirasakan cukup. Untuk sekarang, polisi masih melakukan sosialisasi selama 6 bulan ke depan dengan pemasangan spanduk di beberapa ruas jalan. “Pemasangan sudah lama, bahkan sudah kita lepas. Nanti kita akan pasang spanduk lagi,” ujarnya. Polisi juga akan bekerjasama dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menertibkan rambu-rambu yang tersebar di wilayah DKI Jakarta khususnya.

Sebelum menerapkan aturan belok kiri tidak boleh langsung, polisi akan mensosialisasikannya selama 6 bulan terlebih dahulu. Setelah itu, aturan yang tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum itu akan dievaluasi kembali. “Setelah enam bulan, kita akan evaluasi apakah semuanya sudah siap atau belum,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono saat dihubungi wartawan, Selasa (27/10/2009).

Rambu yang masih terpasang

Masih ada sekitar 500an Rambu seperti ini di Jakarta


Kesiapan itu akan ditinjau dari semua instansi terkait. Dari Dinas Perhubungan akan dilihat sejauh mana inventarisir rambu-rambu yang ada. “Ada 500 lebih rambu yang terpasang di persimpangan. Itu nanti akan dilihat dan dirapikan,” ungkapnya. Sementara itu, evaluasi Dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dilihat dari kanalisasinya. “Zebra cross untuk penyeberang jalan sudah tersedia atau belum,” paparnya. Seperti diketahui, belok kiri tidak boleh langsung diterapkan dengan tujuan untuk melindungi pejalan kaki. Setelah evaluasi dari semua instansi terkait dinilai siap, lanjut Condro, polisi baru melakukan penindakan terhadap pelanggar peraturan baru tersebut. “Menindak itu masalah gampang. Tapi sosialisasinya yang harus dipahami masyarakat dulu,” ujar Condro.

Polda Metro Jaya masih terus menggenjot sosialisasi peraturan belok kiri dilarang langsung. Karena masih tahap sosialisasi, jika nantinya ada polisi di lapangan yang menilang, maka cukup bilang, ‘saya belum tahu, Pak”, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwi Laksana saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2009). “Ya kamu coba saja (belok kiri langsung), ditilang apa tidak. Kalau sampai ditilang, bilang saja tidak tahu. Pasti polisi akan menjelaskan. Kenapa meski takut dengan aturan baru”.

“Sosialisasi akan kita lakukan terus menerus, sehingga masyarakat tahu peraturan tersebut,” tambah Chryshnanda. Menurutnya, kepolisian saat ini lebih fokus kepada pelanggar yang membahayakan keselamatan orang dan dirinya sendiri, belum pada peraturan belok kiri dilarang langsung. “Ditilang yang membahayakan keselamatan orang lain,” katanya. Sebelumnya diberitakan, Polres Jaksel akan melakukan operasi para peraturan belok kiri yang kini dilarang langsung ini. Sidang di tempat akan diberlakukan pada pelanggar yang tertangkap.

Larangan belok kiri langsung tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum. Ada beberapa faktor mengapa aturan ini diterapkan.

“Alasannya, pertama untuk memberikan jaminan keselamatan ke penyeberang jalan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono saat dihubungi wartawan, Selasa (27/10/2009). Menurutnya, pengendara yang berbelok kiri langsung selama ini tidak memberikan peluang bagi pejalan kaki untuk menyeberang. “Jadi, kendaraan yang mau belok kiri langsung berbelok tanpa memberikan kesempatan ke pejalan kaki meskipun lampu sudah merah untuk yang lurus,” jelasnya.

Selain itu, geometrik persimpangan-persimpangan yang ada di wilayah Jakarta tidak semuanya diperbolehkan untuk belok kiri langsung. “Padahal tidak ada rambu ‘belok kiri langsung’, tapi orang memaksakan untuk belok kiri langsung,” paparnya.

Alasan ketiga, penerapan aturan tersebut untuk menumbuhkan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. “Misalnya, kalau lampu merah orang belok kiri langsung itu kan menunjukkan ketidakdisiplinan,” imbuhnya.

Condro mengatakan, peraturan tersebut berlaku universal. Di beberapa negara maju seperti Jepang dan Singapura, aturan tersebut sudah diterapkan sejak lama. “Di sana tidak diperbolehkan belok kiri langsung karena menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.

*Dari berbagai Sumber

3 Balasan ke Belok Kiri “TIDAK” boleh langsung

  1. robbymilo mengatakan:

    Whua… bertemu di marih…. Anywey, sampe hari ini (2/11) masih bisa sih belok kiri langsung, dan petugas juga masih membiarkan saja..

  2. src034 mengatakan:

    ati2 aja om…
    secara UU lalin yag baru (*Tahun 2009)
    dah release looh
    dendanya naek puluhan kali lipat

    *kita doakan saja semoga sukses
    apanya coba yang sukses..?

    hueheheh

  3. robbymilo mengatakan:

    Lanjutkan!!! **apanya coba yang lanjutkan??** huehuehue.

    Salam Buat Bimo n Ibenk, Sob…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: